Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu alaikum warrahmatuallahi wabarrakatu..
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW,, Allhamdulillah, kita masih diberi
kenikmatan, kesehatan dan selalu diberikan kesempatan untuk saling berbagi..
Kali ini saya akan membahas mengenai anak yatim, saya tertarik untuk lebih mengenal anak-anak yatim yang pernah saya kunjungi di daerah cerme bersama teman-teman saya. Ada salah satu teman saya yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, dia sangat menyayangi dan peduli dengan adik-adik yang pernah dia temui saat KKN di panti asuhan tersebut. Ini benar-benar mengguggah hatiku.
![]() |
| ini dia teman-teman saya yang menemani berkunjung ke panti asuhan di cerme |
Pengalaman yang dialami oleh adik-adik tercinta di panti asuhan itu membuatku ingin merangkul mereka, membimbing, menyayangi mereka dan menganggap mereka seperti saudara saya sendiri. Meskipun saya tahu, tidak semua anak yatim penurut, ada juga yang bandel.
Satu hal yang mungkin bisa ditarik kesimpulan : Tidak ada yang membimbing si anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Setiap kesalahan yang dilakukannya langsung diberi stempel oleh masyarakat bahwa dia "anak yatim yang nakal". Padahal dia juga butuh perhatian, kasih sayang yang tulus dan empati. Bukan hardikan bila kelihatan dia membuat kesalahan, sehingga dia merasa terpinggirkan karena tak seorangpun yang peduli.
Apa sih pengertian anak yatim itu??
Anak yatim adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya karena
meninggal sedang mereka belum mencapai usia baligh.
Batasan ini mencakup
yatim yang masih ada hubungan kekerabatan dengan si pemeliharanya, ataupun dari
orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Sebagaimana yang dikatakan
oleh Syaikh Salim bin Id Al Hilali hafizhahullah ketika mengomentari hadits
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
كَافِلُ
الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ
أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي
الْجَنَّةِ وَأَشَارَ الرَّاوِيُ وَهُوَ مَالِكُ بْنُ
أَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى
“Pemelihara anak
yatim, baik dari kerabatnya atau orang lain, aku dan dia (kedudukannya) seperti
dua jari ini di surga nanti.” Dan perawi, yaitu Malik bin Anas berisyarat
dengan jari telunjuk dan jari tengahnya”.
Dan hadits dari Abu Umamah
yang berbunyi :
عن أبى أمامة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من مسح
رأس يتيم أو يتيمة لم يمسحه إلا لله كان له بكل شعرة مرت عليها يده حسنات ومن أحسن
إلى يتيمة أو يتيم عنده كنت أنا وهو فى الجنة كهاتين وقرن بين أصبعيه (رواه أحمد )
Dari Abu Umamah dari Nabi
saw berkata: barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau
perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan
tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada
anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia
disurga seperti ini, beliau mensejajarkan dua jari-nya.
Secara psykologis, orang dewasa sekalipun apabila
ditinggal ayah atau ibu kandungnya pastilah merasa tergoncang jiwanya, dia akan
sedih karena kehilangan salah se-orang yang sangat dekat dalam hidupnya. Orang
yang selama ini menyayanginya, memperhatikannya, menghibur dan menasehatinya.
Itu orang yang dewasa, coba kita bayangkan kalau itu menimpa anak-anak yang
masih kecil, anak yang belum baligh, belum banyak mengerti tentang hidup dan
kehidupan, bahkan belum mengerti baik dan buruk suatu perbuatan, tapi ditinggal
pergi oleh Bapak atau Ibunya untuk selama-lamanya.
Betapa agungnya ajaran Islam, menempatkan anak yatim
dalam posisi yang sangat tinggi, Islam mengajarkan untuk menyayangi mereka
dan melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan
mereka. Banyak sekali ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits Nabi saw yang
menerangkan tentang hal ini.
Inginkah hatmu menjadi
lembut dan damai? Rasulullah SAW memberi resep untuk itu. Nabi Bersabda,
''Bila engkau ingin agar
hati menjadi lembut dan damai dan Anda mencapai keinginanmu, sayangilah anak
yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan.
Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan
tercapai.
(HR Thabrani).
Hadis tersebut memberikan petunjuk kepada umat Islam
bahwa salah satu sarana untuk menenangkan batin dan mendamaikan hati ini adalah
mendekati anak yatim, terlebih yatim piatu. Mengusap kepala mereka dan
memberinya makan minum merupakan simbol kepedulian dan perhatian serta tanggung
jawab terhadap anak yatim/piatu.
Berbuat baik terhadap anak yatim/piatu bukanlah
sekadar turut membantu menyelesaikan lapar dan dahaga sosialnya. Tetapi, di
sisi lain perbuatan itu merasuk ke dalam batin, menenteramkan hati, dan
mendamaikan perasaan orang yang memberi perhatian kepada mereka. Berbagai ayat
Alquran dan hadis Nabi banyak membicarakan betapa mulianya kedudukan anak
yatim/piatu di mata Allah SWT.
Semoga hal ini bisa membantu teman-teman sekalian agar
lebih saling berbagi kasih, peduli terutama pada anak-anak yatim. Inshaallah
apa yang kita lakukan tidak akan membuat kita rugi malah mententramkan hati
kita agar lebih dekat dengan Allah SWT.
Wabillahitaufiq wal hidayah
wa ridho wal inayah, Wassalamualaikum wr,wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar