Sabtu, 19 November 2016

Assalamualaikum warahmatuallahi wabarrakatu..

Kali ini saya akan membahas tentang Jodoh.
“Apa sih jodoh itu,,?”
Jodoh adalah rahasia Allah, yang telah Dia tetapkan.
Dengan ketetapan Allah dan telah menjadi rahasia-Nya itu maka banyak pertanyaan yang timbul dari para jomblowan dan jomblowati, "Seperti apakah sih jodohku kelak?"

Allah SWT menetapkan 3 bentuk taqdir dalam masalah jodoh.
Pertama mereka yang dengan cepat bisa menemukan jodohnya.
Kedua mereka yang sedikit lebih lama dalam menemukan jodohnya, tapi suatu saat nanti akan dipertemukan di dunia.
Ketiga mereka yang akan mendapatkan jodoh tertunda sampai di akhirat kelak. 

“Lalu, jodoh itu dijemput atau ditunggu?’’  
Banyak orang yang lebih memilih menjemput, dan tidak sedikit juga yang lebih memilih menunggu terlebih bagi kaum hawa yang menunggu untuk dijemput sang pangeran. 
Bagi saya pribadi, dijemput atau ditunggu keduanya harus dilakukan secara seimbang. Saat kita telah yakin telah menemukan (calon) jodoh kita, baiknya jika jemput dengan perbuatan yang positif, tidak membuat kebodohan, dan harus diingat menjemput jodoh bukan dengan mengajaknya dengan cara berpacaran. 
Berikutnya, kita pun harus bersabar menunggu. Menunggu bukan hanya diam, tetapi kita harus menunggu dalam taat. Taat itu kata aktif, bukan pasif. Menunggu dalam taat adalah dimana kita menyibukan diri untuk meningkatkan kualitas diri kita. Karna pada hakikatnya, jodoh kita bukanlah “siapa dia”, “dimana dia”, dan “bagaimana dia”, tetapi “siapa saya”, “dimana (kualitas) saya”, dan “bagaimana saya”.

Allah membocorkan Rahasia tentang jodoh didalam surat An-nur Ayat 26 :

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Di ayat diatas Allah jelaskan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue”  kalau jodoh itu adalah cerminan diri kita, ia sebagaimana diri kita. Jika kita shaleh, taat, suka membaca Al-quran, baik akhlak dan prilakunya Inshaa Allah akan pertemukan juga dengan orang yang seperti itu.

Setelah mengetahui ini, tentu kita sama-sama memahami, meyakini dan tentu juga mengamalkannya. Diharapkan setelah mengetahui hal ini bisa mengubah persepsi kita dalam memahami jodoh, yang pada mulanya mungkin fokus “pada siapa” jodohnya menjadi fokus “bagaimana pribadi saya” agar mendapatkan jodoh sesuai impian dan harapan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar