Assalamualaikum warahmatuallahi wabarrakatu..
Kali ini saya akan membahas tentang Jodoh.
“Apa sih jodoh itu,,?”
Jodoh adalah rahasia Allah, yang telah Dia tetapkan.
Dengan ketetapan Allah dan telah menjadi rahasia-Nya itu
maka banyak pertanyaan yang timbul dari para jomblowan dan jomblowati,
"Seperti apakah sih jodohku kelak?"
Allah SWT menetapkan 3 bentuk taqdir dalam masalah jodoh.
Pertama mereka yang dengan cepat bisa menemukan jodohnya.
Kedua mereka yang sedikit lebih lama dalam menemukan
jodohnya, tapi suatu saat nanti akan dipertemukan di dunia.
Ketiga mereka yang akan mendapatkan jodoh tertunda sampai
di akhirat kelak.
“Lalu, jodoh itu dijemput atau ditunggu?’’
Banyak orang yang lebih memilih menjemput,
dan tidak sedikit juga yang lebih memilih menunggu terlebih bagi kaum hawa yang
menunggu untuk dijemput sang pangeran.
Bagi saya pribadi, dijemput atau ditunggu
keduanya harus dilakukan secara seimbang. Saat kita telah yakin telah menemukan
(calon) jodoh kita, baiknya jika jemput dengan perbuatan yang positif, tidak
membuat kebodohan, dan harus diingat menjemput jodoh bukan dengan
mengajaknya dengan cara berpacaran.
Berikutnya, kita pun harus bersabar
menunggu. Menunggu bukan hanya diam, tetapi kita harus menunggu dalam taat.
Taat itu kata aktif, bukan pasif. Menunggu dalam taat adalah dimana kita
menyibukan diri untuk meningkatkan kualitas diri kita. Karna pada hakikatnya,
jodoh kita bukanlah “siapa dia”, “dimana dia”, dan “bagaimana dia”, tetapi
“siapa saya”, “dimana (kualitas) saya”, dan “bagaimana saya”.
Allah
membocorkan Rahasia tentang jodoh didalam surat An-nur Ayat 26 :
“ Wanita-wanita yang tidak baik
untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk
wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan
lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs.
An Nur:26)
Di ayat
diatas Allah jelaskan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu
juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue” kalau
jodoh itu adalah cerminan diri kita, ia sebagaimana diri kita. Jika kita
shaleh, taat, suka membaca Al-quran, baik akhlak dan prilakunya Inshaa Allah
akan pertemukan juga dengan orang yang seperti itu.
Setelah
mengetahui ini, tentu kita sama-sama memahami, meyakini dan tentu juga mengamalkannya.
Diharapkan setelah mengetahui hal ini bisa mengubah persepsi kita dalam
memahami jodoh, yang pada mulanya mungkin fokus “pada siapa” jodohnya
menjadi fokus “bagaimana pribadi saya” agar
mendapatkan jodoh sesuai impian dan harapan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar